Cerpen

Gerimis Ungu dan Perempuan Bersyal Biru

Saya bertemu pertama kali dengannya secara tidak sengaja di sebuah pesta taman, setahun yang lalu. Layaknya sebuah pesta, undangan yang hadir umumnya mempunyai pasangan masing-masing, kecuali saya. Saya hanya datang sendiri ke pesta itu. Sebentar saja, rasa bosan telah menguasai saya, sementara orang-orang asyik bercengkerama dengan pasangan masing-masing. Saya pun kemudian berniat untuk segera pulang. Namun, tiba-tiba mata saya tertumbuk pada seorang perempuan cantik yang tengah duduk di sudut taman. Ia sendirian. Seketika pikiran saya berubah. Saya melangkah ke sana, menghampiri perempuan itu. Ia tersenyum. Saya berdebar.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Rizka Umami

Siapa sangka waktu bisa porak poranda
Ditubruk kerja mekanik tanpa gugat
Menopang gaya hidup pas-pasan
Sebelum diburu tenggat demi tenggat
dan teror untuk segera merampungkan
laporan-laporan ‘tai kucing’
di penghujung tahun-tahun kematian

Continue Reading...

Cerpen

Sihir Kucing

Ketika Dewanti meninggalkan kubur Ayah, dengan langkah pelan-pelan, Muezza masih mendekam di sisi makam. Seorang gadis yang tak dikenal Dewanti masih berdoa di sisi makam Ayah. Dewanti sempat mengundang Muezza, mengajak pulang. Tapi kucing itu tetap mendekam. Tak beranjak. Begitu juga gadis cantik yang tak dikenal Dewanti, masih bertahan di sisi gundukan makam Ayah. Wajahnya berduka.

Continue Reading...

Cerpen

Delusi dan Surat Pendek Michel de Nostredame

Membuka surat kecokelatan itu di bawah lampu, aku memandang ke arah bulan dan berharap seseorang membangunkanku dari tidur. Tetapi, ilusi panjang yang kuduga tengah berjalan saat ini, menghanyutkan aku pada paragraf pembuka surat; Saint-Rémy-de-Provence, 1536. Itu tahun yang tidak pernah aku pikirkan, bahkan mungkin nenek moyangku belum berciuman.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Yohan Fikri

dinding-dinding yang kuraba dengan terbata,
hanya menuntun tatih langkahku
pada kegamangan-kegamangan baru menggapai cahaya.
kecemasan kerap jadi batu, mengantuk
sepasang kakiku menujumu, menujumkan segala rindu.

Continue Reading...

Cerpen

Gaun Hijau Botol

Ia bimbang, juga mulai bersedih. Ingatan akan gaun berwarna hijau, yang pernah dibelikan Tona, suaminya pada Natal pertama saat mereka baru berumah tangga, hadir dalam lamunannya.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Vania Kharizma

Kelengangan menjelma rimbun legam yang berdiam
menghuni saban doa yang gemar menatah langkah
mereka koyak tafakur ibu dan tidur biyak yang cemas
seperti gema sirene, onar amunisi
aku isak sepanjang degup jantung ibu

Continue Reading...

Cerpen

Perawan Rumah Suci

Estin jadi tertawa kecil mendengarnya, ia membenarkan letak anak rambutnya yang dikibas angin. Estin mengingat sore itu, hari paling berkesan baginya sejak menjejak kaki di kota ini karena menemukan kawan seperjuangan. Pada sebuah tanah kosong yang ditumbuhi ilalang, persis di sebelahnya ada lapangan sepakbola.

Continue Reading...