Buku | Resensi

Celeng dan Cairnya Kedirian Manusia

Tokoh Sirius Black pernah menasihati keponakan baptisnya, Harry Potter, bahwa dalam setiap diri manusia sejatinya terdapat kebaikan dan keburukan. Keduanya saling bergandengan dan tidak terpisah. Ingin menjadi seperti apa manusia itu sendiri tergantung pada pilihan dari masing-masing manusianya.

Continue Reading...

Cerpen

Surat Cinta untuk Vin

Aku menulis surat ini setelah mampir ke perpustakaan kota yang dulu menjadi tempat favoritmu setiap kalimenghabiskan akhir pekan dengan membaca kisah-kisah cinta dalam novel atau kumpulan cerita pendek. Hujan lebat yang mengguyur sepanjang hari dan hawa dingin yang menusuk sama sekali tak menyurutkan niatku untuk pergi ke sana, meski sekadar untuk menyesapi jejak-jejakmu yangtak kunjung lenyap darilorong-lorong kenanganku.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Beri Hanna

cintaku ditiuptiup peluit panjang
yang melengking
menggurui buntut kendaraan
terus, terus, op, balas kiri balas kanan, ya.
munculnya pun ketika aku hendak hengkang.

Continue Reading...

Cerpen

Hutan itu Berwarna Kelabu, Sayang

Vila itu masih vila yang dulu juga. Bahkan setelah tigapuluh tahun berlalu, rasanya tak ada yang berubah: warna cat yang kusam dan tak bergairah, yang dulu kau berkata, kalau kabutlah yang membuatnya seperti itu. Ada begitu banyak vila di sini, tapi entah kenapa, kala itu kau lebih memilih vila itu daripada yang lain, yang kupikir lebih bagus dari vila pilihanmu.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Berkisah (ke) Sejarah

Pada 2014, Iksaka Banu dengan buku berjudul Semua untuk Hindia meraih Kusala Khatulistiwa Award. Ia memang memberi prosa apik dan merangsang ke pengisahan dan pewartaan sejarah. Tahun-tahun berlalu, ia tampil lagi dengan buku berjudul Teh dan Pengkhianatan. Buku masih berisi cerita-cerita merangsang ke renungan sejarah. Di kategori prosa, buku itu menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2019. Cerita-cerita pantas terbaca dan teringat. Persembahan “unik” di kesusastraan Indonesia mutakhir.

Continue Reading...

Cerpen

Binatang di Kepala Kami

Kelaparan membuatnya berkelakuan seperti binatang. Ia tidak malu mencari makan di selokan. Saya kasihan dan saya bawa pulang dia. Saya mandikan dan saya beri baju. Dia diam seribu bahasa saat ditanya soal nama. Saya panggil saja Kinanti.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Mengurai Ketidaksadaran

Jagat Digital, itulah kata yang dipilih Agus Sudibyo untuk judul buku terbarunya. Mungkin judul itu tidak terlalu menggugah selera pembaca, tetapi, ada hal yang menarik di sub judulnya, yakni Pembebasan dan Penguasaan.

Continue Reading...