Puisi

Puisi Lailatul Kiptiyah

Lailatul Kiptiyah, lahir dan besar di Blitar. Pernah lama bekerja di Jakarta. Sejak 2014 hingga sekarang menetap di Mataram dan turut menjadi bagian keluarga dari komunitas Akarpohon Mataram, NTB.

Continue Reading...

Cerpen

Terkapar

Sudah hampir satu jam tubuh Pras terkapar di trotoar. Tak ada satu pun orang yang berani menyentuhnya. Orang-orang beranggapan ia telah mati. Tidak. Pras tidak mati. Ia hanya tertidur. Rasa kantuk yang mendera membuatnya tertidur seketika.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Kuasa Seksualitas Kita

Bagaimanapun, peradaban manusia diciptakan oleh seksualitas kita yang rumit. Seksualitas menciptakan bahasa, hubungan kekerabatan, penguasaan alat dan teknologi, norma, hukum, politik, struktur, hingga sistem ekonomi masyarakat kita.

Continue Reading...

Cerpen

Cinta Terlarang

Aku membuka jendela kamar hotel, membiarkan angin yang dibawa oleh pekat malam masuk membelai tubuhku. Kulihat bulan bulat sempurna berwarna perak seperti mata serigala, bertengger mesra di langit malam tanpa bergerak seperti terperangkap dalam bingkai jendela. Kupandangi bulan itu beberapa saat. Sebagai pengganti rasa gelisahku menunggu pujaan hatiku yang tak juga kunjung tiba.

Continue Reading...

Cerpen

Jika Ada Cara Termanis untuk Mati

Jika ada cara termanis untuk mati, aku pasti akan memilihnya. Hanya saja, mengatur kematian nyatanya adalah sebuah kepahitan. Semua baju-bajumu kulipat rapi di lemari, barangkali kau akan pulang sebentar, untuk mengambil sisa-sisa barangmu. Secangkir kopi dan sepiring roti bakar, mungkin sudah berjamur, aku masih menunggumu untuk menghabiskan sisanya. Maaf jika ada beberapa barangmu tak kau lihat tampak di kamarmu atau rumah kita ini, sebagian kubuang, tak lama setelah kau memutuskan pergi dari rumah ini.

Continue Reading...