Puisi

Puisi Nafi Abdillah

Jauh-jauh hari telah ia betulkan suara-suara serak hati
sebagai rayuan kepada Kekasihnya.
Semua ini tidak diartikan sebagai permintaan,
namun mirip seperti kerinduan Kanjeng Nabi
pada suara lembut Bilal yang tak lagi menyentuh telinganya lebih dari 40 hari.

Continue Reading...

Cerpen

46 Miliar Tahun Cahaya

“Jarak. Ternyata jarak bisa demikian kejam, jarak bisa membuatku kehilangan banyak hal, jarak nyaris membuat aku kehilanganmu,” jawabku, dengan air mata yang nyaris luruh. Aku merasa puluhan taut rantai terikat di dadaku. Sesak. Aku tersedak, pada detik berikutnya ia berganti menjadi isak.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Joko Rabsodi

Tak ada yang bisa mengurungkan qada` berjuntai
semangatmu jua tak bakal mampu mengalihkan perhatian
tuhan, kita berhala di tangan ibrahim
terkulai dalam cakaran maut mematikan

Continue Reading...

Cerpen

Sekuncup Bunga dalam Luka

Puspalita membelalakkan mata sejenak. Sedetik kemudian bergema tawanya pada daun telinga saya. Ia terkekeh-kekeh sambil menepuk-nepuk jidatnya. Saya melongo keheranan. Mungkinkah ia telah mendengar hal yang sama dari ribuan lelaki?

Continue Reading...

Cerpen

Kenangan Pohon Srikaya

Kisah Ibu semasa gadis dulu tak pernah dilupakan Dewanti. Ibu memetiki buah-buah srikaya di kebun usai subuh dan menjualnya ke pasar, sebelum berangkat sekolah. Buah-buah srikaya itu ditanam Nenek, yang kata Ibu, meninggal dunia ketika Ibu berumur sepuluh tahun. Semasa hidup Nenek, mengajarkan pada Ibu agar merawat pohon-pohon srikaya, memetiki buah-buahnya yang ranum, dan menjualnya ke pasar. Dengan menjual buah-buah srikaya, Ibu tak perlu mengutuki Kakek, yang tak pernah memberi uang untuk keperluan sekolah.

Continue Reading...

Cerpen

Kepiting Merah

Tirai belum melepas sweter panjangnya sewaktu menyaksikan gambar-gambar itu dibuat para remaja. Dan tak lama setelahnya, ia berdecak kagum pada ombak yang bergerak ke luar. Ombak yang ia lihat kali itu datangnya serupa gorden berwarna cokelat susu serta berumbai. Saat gorden menghadang gambar buatan para remaja, serempak mereka berseru. Sedangkan Tirai melangkah mundur karena gugup, dan sekali lagi, ia memang sudah begitu lama tidak pernah ke pantai.

Continue Reading...