Cerpen

Ingatan Pohon Pisang

Setelah berkali-kali aku membaca catatan harian ibu. Masih saja belum kutemukan catatan di mana aku lahir dan siapa yang memberiku nama. Sungguh itu hal yang sulit. Bagaimana aku bisa mengerjakan tugas rumah dari ibu guru? Pada siapa aku harus bertanya? Aku tak punya ibu, aku pula tak punya ayah.

Continue Reading...

Cerpen

Sebuah Arloji dan Kenangan di Dalamnya

Baru kali ini seorang laki-laki datang dengan permintaan aneh. Bagi tukang reparasi sepertiku, hanya sedikit peristiwa tak masuk akal pernah menyasar. Ingin kutolak andai sorot mata laki-laki dihadapanku itu tak lebih dulu mencegah. Tetapi bagaimana mungkin mengabulkan permintaan musykilnya, memperbaiki arloji sekaligus kenangan di dalamnya?

Continue Reading...

Buku | Resensi

Narasi Futuristik Kepala

Ada suatu anekdot ihwal kepala yang beredar di masa sekolah. Guru selalu mengatakan untuk melepaskan kepala di rumah atau tidak usah membawa kepala ke sekolah setiap kali murid terlihat lungkrah melenakan kepala di meja. Melepaskan kepala di sini benar-benar lebih dekat ke arti harfiah, bukan secara metaforis mewakili tindakan untuk tidak menggunakan isi kepala (otak) atau berpikir.

Continue Reading...

Cerpen

Tentang Nurli, Jitu dan Ulira

Sesaat setelah bangun, Ulira mencari pensil dan kertas kosong yang lepas dari pelukannya waktu tidur. Ia lalu berpejam sebagaimana sering diajarkan Nurli: bila kau merindukan seseorang, tutup matamu dan pikirkanlah ia. Maka, hal menelusuk ke pikiran Ulira kali ini: perempuan berambut pendek dengan poni diacak-acak angin muncul dari balik gedung tinggi. Pakai rok kotak-kotak setengah betis—koyak di bagian tengah sampai lewat lutut.

Continue Reading...

Cerpen

Aleana

“Dasar lacur! Enyah kau dari sini! Ketahuilah, aku bisa menghadirkan perempuan-perempuan yang jauh lebih baik daripada engkau.” Dan kau sama sekali tidak peduli akan isak tangisnya.

Continue Reading...