RAGAM

Berlomba Cari Muka di Depan Penguasa

September 17, 2019

Pementasan ke 33 Indonesia Kita “Toean Besar”

Di sebuah negeri, di dalam istana, sedang terjadi kasak-kusuk. Ada kabar yang menggegerkan, seseorang yang disebut-sebut sebagai “Toean Besar” akan datang. Kabar ini membuat panik banyak orang. Dari bawahan sampai Kepala Istana dipenuhi kesibukan bercampur rasa penasaran. Sebab Toean Besar adalah seseorang dengan sosok yang misterius. Ada yang mengatakan, “Toean Besar adalah orang yang super kaya dan mau menggelontorkan modalnya untuk kepentingan rakyat”. Ada pula yang menambahkan, “Toean Besar itu, selain kaya raya, juga ganteng dan bertubuh besar.”

Mendengar namanya disebut saja, sudah membuat banyak orang di lingkungan istana sigap dan ingin mengambil kesempatan untuk bertemu, meskipun hanya untuk berfoto bersama. Siapa sebenarnya Toean Besar, tak ada yang benar-benar mengetahui. Namun kasak-kusuk yang berlangsung pada akhirnya memicu timbulnya sikap saling memengaruhi dan perilaku juga ikut berubah. Bermacam intrik dan kekonyolan mulai terjadi.

Untuk bisa bertemu Toean Besar, ada yang mengubah penampilan agar status sosial meningkat, ada pula yang nekat menyamar menjadi sang Toean Besar dan mengaku-aku dirinya sebagai Toean Besar. Ketika orang mulai mengubah diri, tak hanya gaya dan penampilan, tetapi identitas diri dan sikap juga berubah. Ada yang semula bermusuhan berubah menjadi berteman, ada pula yang tadinya kompak, tiba-tiba menikung begitu melihat peluang. Mereka akhirnya saling berbohong dan saling menipu. Dan sejarah pun ikut dipermainkan, demi mencapai tujuan.

Pementasan lakon “Toean Besar” kali ini masih sesuai tema utama “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” yang dipilih oleh Tim Kreatif Indonesia Kita. Tema sekaligus menjadi benang merah dari pentas-pentas yang diselenggarakan di sepanjang tahun 2019 karena pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial saat ini.  Butet Kartaradjasa mengatakan, ketika jalan kemanusiaan direfleksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita, maka semakin terasa relevan untuk mengajak, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering  diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku, agama dan orientasi politik.

Sedangkan Direktur Kreatif Indonesia Kita, Agus Noor mengatakan, seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan-gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan. Ada yang berbeda dari pementasan ke 33 kali ini, selain menampilkan sederet aktor dan komedian, seperti Cak Lontong, Marwoto, Akbar, Mucle, Boris Bokir, ada juga Inaya Wahid. Selain itu pertunjukan Indonesia Kita akan melibatkan wartawan dari beberapa media untuk ikut tampil dalam pentas Toean Besar. Bagaimana cerita ini dipentaskan? Anda bisa menyaksikan pertunjukannya selama dua hari yang akan digelar pada tanggal 20-21 September 2019 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. [] Wahyu Indro Sasongko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *