Cerpen

Permen-Permen dan Gugusan Bintang di Kepala Ken

Paginya, pundak Ken diguncang oleh mamanya. Ia terbangun dan melihat mama sudah berada di sampingnya dengan mata yang sembab. Ken pura-pura tak tahu menahu tentang tangisan mamanya semalam. Ia mengucapkan selamat pagi kepada mamanya, lalu memeluk perempuan lembut itu, sama seperti pagi-pagi biasanya.

Continue Reading...

Cerpen

Akan Kepulangan

Saat segala kecamuk berkelindan dalam benak, Anwar Saleh merindukan rumah. Dia ingin namun tak ingin. Baginya, pulang sama saja mengakui kesalahan yang sepenuhnya tak pernah dia lakukan. Pikiran tentang keinginannya pulang kali ini bersebab dari segala yang dia temui beberapa hari lalu, juga beberapa waktu saat Eti Ncus ada di panggung.

Continue Reading...

Cerpen

Lelaki yang Melambaikan Tangan Pada Kereta Api

Sebuah pertanyaan tertulis pada kertas berukuran folio; Apakah manfaat dari memelihara sapi? Faiyaz mengamatinya dengan tak sengaja karena kertas itu tiba-tiba berada di dekat kakinya, tergeletak di lantai peron. Ia hendak melakukan perjalanan ke Vijayawada, mengikuti anjuran dari Vaibhav agar sekali-kali meliburkan diri daripada bekerja terus-menerus 24 jam sehari selama 5 hari kerja tapi tak pernah bisa menjadi orang kaya raya.

Continue Reading...

Cerpen

Wak Banun

Aku tak tahu persis sejak kapan mulainya. Dan dari mana asal muasalnya. Kesadaran itu terbit begitu saja. Sekonyong-konyong aku merasa berutang kepada banyak orang. Sebagiannya orang-orang yang kukenal, sisanya tidak. Sebagian dalam bentuk utang uang, sebagian lagi berupa utang kebaikan. Aku tidak tahu cara membayar utang kebaikan. Yang sudah pasti, utang uang harus segera kubayar.

Continue Reading...

Cerpen

Selubung Sihir Mantra

Tak banyak hal diketahui Kodrat mengenai Ki Broto dan pedepokannya. Masih terselubung rahasia. Terselubung misteri. Di mata Kodrat, penampilan Ki Broto – yang senantiasa mengenakan lurik dan blangkon – tampak setenang kabut Gunung Merapi. Kodrat merasa harus lebih banyak meluangkan waktu untuk memahami lelaki setengah baya itu. Ia, yang baru sekali bersua Ki Broto, mengikis rasa canggung berhadapan dengannya.

Continue Reading...

Cerpen

Jabik dan Hewan Kesayangannya

Kau tidak bisa mencegah seseorang menyukai hewan tertentu, sekalipun hewan itu dianggap najis dan menjijikkan bagi kebanyakan orang. Demikianlah tidak ada yang kuasa mencegah Jabik untuk tidak menyukai tikus got melebihi kucing atau kelinci atau hewan apa pun yang lebih layak dicintai. “Apa hakmu melarangku mencintai sesama makhluk?” Lelaki ceking itu selalu berkilah seperti itu tiap kali teman atau keluarganya mencecar soal preferensinya yang ganjil. “Tapi hewan busuk itu bisa membawa penyakit, Bik.” Jabik membantah, “Siapa bilang, buktinya aku yang setiap saat bersamanya tidak terkena penyakit apa-apa.”

Continue Reading...

Cerpen

Pesan Rahasia dari Virus AUX-20-Blue

“Sekali kita masuk ke dalam sesuatu, maka mustahil untuk bisa benar-benar keluar darinya.” Itu merupakan pesan pembuka dari sebuah suara yang diputar berulang-ulang oleh Qeff di waktu luangnya menikmati kesendirian, di ruang pribadi yang didesain minimalis dengan suasana senyaman mungkin. Perpaduan ruang kerja sekaligus tempat bersantai.

Continue Reading...

Cerpen

Disforia

Kau menatap perempuan itu lagi, dia mengangguk perlahan. Patah hati, itu yang kini tengah dia rasakan. Kau tidak pernah merasakan patah hati karena hidupmu terlalu monoton untuk merasakan cinta. Namun, dari tatap perempuan itu, kau tahu bahwa patah hati sangat menyakitkan.

Continue Reading...

Cerpen

“…. Tapi, Bagaimana Kalau Kita Tidak Benar-Benar Ada?”

Aku duduk di sini dan mereka menempati tempat duduk yang lain, yang ada di depanku. Si laki-laki, kalau tidak ada perempuan di depannya, bisa dikatakan ia sedang berhadapan denganku. Sementara si perempuan memunggungiku. Awalnya aku tak peduli dengan pembicaraan mereka, tapi ketika sampai pada kalimat itu, yang sudah kutulis di awal paragraf cerita ini, aku mulai ikut menyimak.

Continue Reading...