Puisi

Puisi Kiki Sulistyo

apakah yang kau lihat dari seekor lebah?
dengung sayap, sayup di kayu atap, sarang
berlapis dari malam dan getah propolis
mencari serbuk sari, nektar bunga, berhektar
daun mahkota di antara duri-duri.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Budhi Setyawan

lalu merecik
kilasan tanya di tubir pasai
ke mana alamat semua arus ini
ketika semua peluk dan ciuman ketergesaan
adalah serombongan tafsir yang banal
dan juga gagal dalam menandai
denyut keberadaan
di bawah tatapan ruang yang seringai
dan terkaman waktu yang serigala

Continue Reading...

Puisi

Puisi Ali Ibnu Anwar

lubang pot itu menanam hari-hariku. sebatang hari
tumbuh. sebatang kaktus tumbuh. melipat daging
segar yang menyebar dalam tubuh. setiap bangun
pagi, kuhirup udara amis dalam masker. bau berita
yang membongkar mortalitas manusia. kematian
bersembunyi di balik data-data menakutkan. kematian
yang juga menakuti kursi, meja kerja, baju kotor dan
cangkul. sial! siapa yang berhak atas kematian?

Continue Reading...

Puisi

Puisi Jonah Mario

Pernah kulihat lampu merah yang terus-menerus merah
kuperhatikan dan aku jadi teringat
orang-orang yang mengetik sampai malam.
“Sampai jumpa besok ya.
Kerongkonganku kering sekali.
Aku juga harus mencuci baju
dan sempat lupa harus menyiram tanaman.”

Kargo-kargo melintas.
Teluk gelap.
Membengang.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Moh. Rofqil Bazikh

di angkringan ini, kita sepakat
cara paling baik mencintai
adalah mengakhiri
lalu menjalani hari sendiri-sendiri
selebihnya kita hanya diperbolehkan
untuk saling mengenang
atau berciuman meski hanya
bayang-bayang

Continue Reading...