Buku | Resensi

Maut, Bahari, dan Kilas Balik

LaluKau rupanya seperti perjalanan kilas balik. Puisi-puisi Radhar dalam buku itu diurutkan mundur, dari tahun terbaru (2019) hingga terlawas (1985). Saya mengikuti kilas balik itu pelan-pelan. Semakin ke belakang, puisi-puisi Radhar semakin bagus. Sepanjang 2018, Radhar gemar memuisikan masjid. Ada tiga puisi tentang masjid yang Radhar tulis: “Masjidku Untukmu”, “Masjidmu Untukku”, dan “Dimana Masjid”. Lalu, mundur setahun ke 2017, Radhar masih memuisikan hal-ihwal spiritual-keagamaan. Sementara, pada 2014–2015, puisi-puisinya sangat eksistensial.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Tawaran Eksplorasi Bentuk Bercerita dan Catatan Lain

Novel Aib dan Nasib nyatanya memang memberikan kita pengalaman pembacaan naratif yang berbeda, novel ini berjalan dari paragraf-paragraf pendek dalam empat rangkaian cerita dengan masing-masing tokoh utama yang berbeda pula dan baru diketahui saling bertaut satu sama lain setelah melewati beberapa bab. Gaya bercerita yang mirip dengan yang dilakukan pengarang Peru, Mario Vargas Llosa, dalam novel The Time of The Hero. Atau dalam konteks sastra Indonesia pernah dilakukan oleh A. Mustafa dalam novel Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman maupun Nukila Amal dalam novel Cala Ibi.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Sesuatu yang Kita Sebut “Uang”: Sejarah, Persoalan, dan Masa Depannya

Sejak kehadirannya hingga sekarang, uang mengalami berbagai perkembangan. Perkembangan itu pula yang mempengaruhi bidang industri, jasa dan agrikultur dengan ujung dampaknya pada manusia dan alam. Apalagi belakangan ini konsep e-money (uang elektronik) diperkenalkan dalam transaksi finansial. Untuk itu, tentu tidak salah bila mengajukan pertanyaan: Bagaimana cara kerja uang di masa depan? Dan bagaimana itu berdampak pada masyarakat luas?

Continue Reading...

Buku | Resensi

Pengelana Berbunga dan Tamat

Kehadiran Knulp di rumah teman-teman untuk singgah sehari atau sekian hari sering memberi kegairahan hidup, sodorkan hal-hal menghidupkan setelah orang-orang di kelesuan, sibuk, dan rutin. “Jika ia butuh tumpangan maka si pemilik rumah akan senang dan merasa terhormat,” pengakuan sahabat merasa girang mendapat kunjungan Knulp. Sesaat tapi memberi percik dan kobaran bahwa hidup masih bergelimang makna. Knulp teranggap mendatangkan kesantaian dan keriangan. Menumpang itu memicu kerepotan dan pemberian dari tuan rumah. Knulp memang berhak menerima kebaikan-kebaikan berdalih bukan orang bekerja dan mengantongi gaji. Tata cara itu timbal balik terikat persahabatan.

Continue Reading...

Resensi Dahulu
Buku | Resensi

Bertemu (Mantan) Penyair

Dari esai ke esai berikutnya, kita dihadapkan pada pertanyaan sederhana: esai-esai yang disuguhkan kepada pembaca ini pertemuan dengan puisi atau pertemuan dengan penyair. Secara umum, yang kita temukan dalam esai-esai Bandung Mawardi ini adalah pertemuan dengan penyair yang diperantarai puisi. Sedangkan puisi itu sendiri lebih banyak diposisikan sebagai dokumen sejarah, bukan sebagai dokumen estetika puisi.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Ekonomi Feminin

Mereplikasi teori fisika mekanistik Newtonian, ilmu ekonomi Adam Smith menggantungkan kesejahteraan masyarakat kepada kepentingan individu. Jika individu berpegang teguh pada prinsip kepentingan diri, kemakmuran komunal dapat dicapai. Adam Smith menggunakan metafora ‘tangan tak terlihat’ (invisible hand) yang bekerja secara tersembunyi—dalam tata ekonomi—dan bermanfaat secara sosial berkat tindakan individu.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Revolusi dari Ladang Bawang dan Gandum

Sebagai penyair yang turut dalam percaturan politik Cile, puisi-puisi Neruda memang suara dari revolusi yang tenang. Di sini, unsur tetumbuhan begitu lekat muncul sebagai metafora sekaligus lanskap kehidupan rakyat yang dekat dengan tanah, matahari, keringat, batu bara, dan kehidupan. Tetumbuhan pernah hadir memperdengarkan manis dari cinta, di sisi lain tepat menggambarkan manis peluh perjuangan.

Continue Reading...

Ilustrasi Resensi Perjamuan Khong Guan
Buku | Resensi

Terkait dan Terikat

Kadang-kadang kita beruntung, mendapati biskuit yang enak dan mengenyangkan. Tapi, sering juga dalam hidup ini kita tertipu oleh wadah atau tempat, yang setelah dibuka, ternyata kita hanya mendapati peyek atau rengginang. Kenyataan yang tak sesuai harapan.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Menanyakan Identitas: Orang Korea di Jepang

Situasi politik yang kacau, desakan ekonomi, ketiadaan makanan, membuat orang-orang Korea bermigrasi ke Jepang di masa kolonial dan bertahan sampai generasi keempat atau kelima. Namun, mereka tetap saja dianggap asing atau disebut dengan istilah ambigu-menyakitkan, Zainichi (penduduk asing yang tinggal di Jepang). Hidup yang telah sedemikian berkompromi menjalani naturalisasi yang tidak mudah, tetap menempatkan orang-orang Korea sebagai pihak “lain” dan “luar”.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Cinta Melulu

Manusia modern berlomba-lomba menjadi manusia logis dalam menyikapi segala hal di kehidupan. Pergulatannya dengan logika membuat manusia perlu mengalami perubahan-perubahan sikap memandang-mengkritisi-mendobrak keyakinannya.

Continue Reading...