RAGAM

Menangkap Refleksi Energi dari Jakarta

May 7, 2019

Pameran Seni Rupa Rob Pearce

Apa yang kita pikirkan ketika membayangkan sebuah kota bernama Jakarta? Tentu saja, banyak di antara kita akan menggambarkan sebuah kota dengan kepadatan manusia yang berlebihan, kemacetan, polusi udara, dan segala keruwetan hidup di dalamnya. Mengawali bulan Mei ini, Galeri Kertas Studio Hanafi menghadirkan pameran tunggal karya Rob Pearce “It’s All About Story: Past, Present, Future”.

Pameran yang digelar sepanjang 1 – 30 Mei 2019 ini merupakan pameran pembuka untuk rentetan program selanjutnya di tahun 2019. Rob merupakan seniman asal Inggris yang telah berdomisili di Jakarta sejak 1990-an. Ia merasa memiliki keterikatan tersendiri sejak ia pertama kali datang ke Jakarta pada tahun 1970-an. Pada awal kedatangannya, Rob menggeluti bidang fotografi dokumenter sebelum pada akhirnya, ia memilih berkarya melalui jalur seni rupa murni. Ia mengatakan, pameran ini sebagai perayaan. Sebuah perayaan dari energi Jakarta yang ia dapatkan selama tinggal di salah satu kota besar di Indonesia ini.

“Hampir semua inspirasi dan praktik seni dari karya ini berhutang pada jalanan Jakarta. Elemen-elemen yang menginspirasi diperoleh selama beberapa tahun dengan menjelahi jalan-jalan, dan jembatan, suara gaduh, tempat- tempat bising yang dipenuhi oleh debu dan asap knalpot” kata Rob Pearce.

Pada pamerannya ini, Rob Pearce memajang 15 karyanya. Di antaranya ada, Dia Masih Berdansa Denganku, Fragmen Kebenaran, Tanah Melayu: Di Dunia Facebook dan Instagram, Lingkaran Padi, Kesayangan Paco, dan sederet karya lainnya.

Foto-Foto: Dok. Galeri Kertas Studio Hanafi

Pameran It’s All About Story: Past, Present, Future dibuka pada Rabu, 1 Mei 2019 oleh John McGlynn, pendiri Yayasan Lontar. Menurut John, karya Robert Pearce yang ditampilkan kali ini adalah karya-karya fotografis sederhana yang dia kerjakan selama beberapa dekade sebelum menjadi karya-karya artistik yang luar biasa kompleks dan sangat bergairah. “Setiap elemen sesungguhnya adalah “sebuah cerita”, seperti layaknya sebuah dongeng, ia dibuat untuk dipelajari, dipahami dan memperkaya mental pembacanya,” kata Jhon McGlynn.

Pada pameran ini, Rob Pearce menggunakan material yang berasal dari buku-buku yang sudah dibacanya. Selayaknya memasang kanvas pada spanram, lembar demi lembar halaman buku itu dicopot dan ditempelkan sampai pada ketebalan tertentu pada spanram. “Kertas-kertas buku tersebut ditempeli dengan variasi atau pengolahan sederhana atas kertas warna yang biasa dipakai dalam ritual sembahyang warga Tionghoa. Dengan demikian, pameran ini menjadi penanda penting bahwa usaha untuk menemukan modus penciptaan karya kertas lainnya masih terus akan terus dilakukan Galeri Kertas,” kata Curator in House Galeri Kertas Studio Hanafi, Heru Joni Putra.

Ia mengatakan, pameran Rob Pearce ini merupakan salah satu wujud dari program-program Galeri Kertas Studio Hanafi. “Dari pameran ini sampai ke pameran penutup di penghujung tahun nanti, kita akan terus mencari kait dan simpul antar berbagai karya kertas agar salah satu wilayah penciptaan yang tidak terlalu populer dalam seni rupa kita ini tidak berujung pada keterputusan. Sebab, pada tahun 2019 ini, Galeri Kertas Studio Hanafi mengusung tema “Let’s Fill This Town With Artist,” ujar Heru.

Acara pembukaan gelaran seni itu sendiri juga turut diramaikan oleh pertunjukan musik dari Oppie Andaresta bersama Windy Setiadi, Chiko, dan Arman Chaniago. Mereka menyanyikan puisi Joko Pinurbo yang berjudul “Baju Bulan”. Pada sesi itu, acara bertambah meriah dengan kehadiran Iwan Fals yang turut menyanyikan dua puisi yang disodorkan oleh Oppie. Selain pameran, Rob bersama Galeri Kertas Studio Hanafi juga melangsungkan empat agenda lainnya, di antaranya: Diskusi Presentasi Perupa Muda bersama Rob Pearce, Diskusi Publik Pameran Rob Pearce bersama dengan Douglas Ramage, Heru Joni Putra, Ika Kusumawardhani, dan perupa Hanafi. Kemudian masih dilanjutkan dengan agenda sharing kolaborasi para pemusik dari Depok yang memiliki genre musik yang berbeda yaitu Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo. Mereka akan berkolaborasi untuk menciptakan karya baru.  Pada sesi terakhir pameran tersebut, akan diadakan Workshop Kertas Perupa Muda bersama Rob Pearce. [] Wahyu Indro Sasongko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *