Cerpen

Lucy di Bulan

Lucy melihat Jupiter, planet terbesar di alam semesta, dan planet terjauh dari bumi. Ia pernah membaca dari bukunya tentang tata surya. Lalu ia ingat ketika di bumi, ia sering tidak sepaham dengan pendapat kebanyakan orang. Saat itulah ia selalu berpikir ingin tinggal di Jupiter saja dan menjauh dari kebanyakan orang.

Continue Reading...

Cerpen

Bancakan

Aku memang tidak suka dengan kebiasaan ibu mertuaku itu, bancakan! Meski katanya bancakan adalah tradisi leluhur untuk melindungi diri dari malapetaka, wabah, atau apalah namanya. Terlebih bancakan untuk Dito, anakku yang sudah meninggal. Jujur, bukannya aku senang, tapi malah sedih.

Continue Reading...

Cerpen

Kemboja Putih

Jo terbatuk. Mata lelaki berambut perak itu menerawang ke luar jendela. Tampak bunga azalea di seberang jalan. Dalam pandangannya, bunga itu seperti bunga kemboja yang seakan anomali di tengah padatnya pemukiman. Bunga yang dilihat Jo membawa pada ingatan masa lalu. Tentang dia yang sebelum menahan beban dan keterasingan.

Continue Reading...

Cerpen

Kucing dan Gerhana Bulan

Ia membunuh satu persatu kucing di kota itu dan menggantungnya di tempat-tempat umum, seolah memperlihatkan pada semua orang bahwa ia telah bangkit, dan ia bukan kucing sembarangan. Ketakutan berembus ke seluruh penjuru kota. Tak seorangpun berani menjawab tantangannya.

Continue Reading...

Cerpen

Jejak Sang Politikus

Setanggi telah ia nyalakan dengan sebatang korek bergambar wajah perempuan rupawan. Setelah mengembalikan korek itu ke dalam saku, giliran kertas penuh remasan yang ia ambil. Diratakan di datar pusara dengan bantuan telapak tangan yang digosokkan perlahan dan berkali-kali, hingga kertas itu samar-samar menampakkan foto seorang calon kepala desa bernama Risun.

Continue Reading...

Cerpen

Lubang Besar di Kepala Poni

Sudah lama Lendra tak melihat istrinya—Lian—berjalan-jalan keluar rumah. Yang dikerjakan sehari-hari hanya merenung, makan biskuit, kemudian membaca buku di sudut ruangan. Lama juga Lendra tak melihat Lian sibuk mengurusi Poni, kucing persia kesayangan mereka. Lian seperti kehilangan sesuatu yang amat berharga, namun tidak punya gairah untuk mencarinya.

Continue Reading...

Cerpen

Datanglah ke Talang Siring, Begitu Katanya Selalu

“Datanglah ke Talang Siring,” kata Sabri. Aku mendengar ucapan itu pertama kali tujuh tahun lalu. Aku tak memedulikan kala itu. Tak ada juga pikiran macam-macam ketika mendengarnya. Sabri, teman sekampungku itu mengatakannya dengan serius. Bahkan pernah tiga kali diucapkan pada kesempatan yang sama, saat kami bertemu di warung bakso yang terletak di pasar.

Continue Reading...