Buku | Resensi

Tawaran Eksplorasi Bentuk Bercerita dan Catatan Lain

Novel Aib dan Nasib nyatanya memang memberikan kita pengalaman pembacaan naratif yang berbeda, novel ini berjalan dari paragraf-paragraf pendek dalam empat rangkaian cerita dengan masing-masing tokoh utama yang berbeda pula dan baru diketahui saling bertaut satu sama lain setelah melewati beberapa bab. Gaya bercerita yang mirip dengan yang dilakukan pengarang Peru, Mario Vargas Llosa, dalam novel The Time of The Hero. Atau dalam konteks sastra Indonesia pernah dilakukan oleh A. Mustafa dalam novel Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman maupun Nukila Amal dalam novel Cala Ibi.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Gusfahri

Aku membaca puisi sebelum membuka pintu
Lalu keluar dan terus membacanya.
Sebab aku percaya langit adalah jendela rumahmu
Meski cuaca belum bisa aku raba.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Sesuatu yang Kita Sebut “Uang”: Sejarah, Persoalan, dan Masa Depannya

Sejak kehadirannya hingga sekarang, uang mengalami berbagai perkembangan. Perkembangan itu pula yang mempengaruhi bidang industri, jasa dan agrikultur dengan ujung dampaknya pada manusia dan alam. Apalagi belakangan ini konsep e-money (uang elektronik) diperkenalkan dalam transaksi finansial. Untuk itu, tentu tidak salah bila mengajukan pertanyaan: Bagaimana cara kerja uang di masa depan? Dan bagaimana itu berdampak pada masyarakat luas?

Continue Reading...

Cerpen

Memancing Bersama Bapak

Semenjak satu-satunya bioskop di kota kami berhenti beroperasi, Bapak tak lagi punya pekerjaan tetap. Semula Bapak bekerja sebagai pengantar rol film, kemudian dipindah ke posisi penjaga loket. Bersama kawan-kawan sebaya, hampir setiap malam aku bermain-main di teras bioskop itu. Kami senang melihat-lihat poster film, meski orang-orang dewasa kadang memarahi kami sebab dianggap mengganggu para calon penonton. Sebagai bocah kami memang berisik, tetapi kami tak pernah berniat mengganggu. Kami hanya gembira, dan kegembiraan dalam diri seorang bocah menjadi kegembiraan yang murni. Mungkin kemurnian itulah yang mengganggu orang-orang dewasa.

Continue Reading...

Cerpen

Selalu Ada Cara Diam-Diam untuk Satu Persoalan

Kau ingat suatu ketika pernah menghadapi situasi sulit semacam itu, setidaknya untuk ukuranmu sendiri di awal-awal punya anak. Kau sampai tak bisa berkata-kata apapun ketika seorang mantri menyebut biaya berobat anakmu yang nilainya dua kali lebih besar dari sisa uang harian yang kau punya. Hal berbeda kau lihat di raut wajah istrimu yang kemudian meminta kau keluar menggendong anakmu. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam ruang praktik, sehingga kalian tetap bisa membawa sejumlah obat di dalam kantong plastik putih, secerah langkah kalian pulang ke rumah setelahnya.

Continue Reading...

Cerpen

Gasing Tengkorak

Berkerumun warga saat ini menontonnya. Rupanya pekik wanita itu, beserta bunyi gaduh dari benda yang dilempar sana-sini mengundang rasa tanya tetangga untuk melihat apa yang tengah terjadi. Pintu terbuka sangat lebar. Satu di antara tetangga yang datang, begitu menyaksikan perilaku tak wajar perempuan berlesung pipi ini, segera menekan tuts gawai dan menghubungi beberapa kawan. Tidak berselang lama, rumah dipenuhi banyak mata memandang, namun tak ada yang kuasa menjadi penenang.

Continue Reading...

Cerpen

Kari

Musim dingin di Warburton sangat menyedihkan. Kota yang berjarak tujuh puluh dua kilometer dari Melbourne ini di musim panas saja sudah sepi, apalagi di musim dingin seperti sekarang. Beberapa jalanan ditutup dan digunakan oleh anak-anak untuk berseluncur atau bermain bola salju.

Continue Reading...

Cerpen

Lelaki yang Memilih Jalan Memutar

Beberapa hari terakhir ini, ia suka mengitari gedung kesenian. Ia berjalan sendirian di sepanjang trotoar. Ia akan menempuh jalan memutar untuk kembali lagi ke titik yang sama. Wajahnya selalu tampak serius seakan begitu banyak beban ditimpakan begitu saja di pundaknya dan ia tak punya kuasa untuk menolak. Lelaki itu berjalan, menatap lurus ke depan. Tubuhnya yang jangkung dengan kedua pundak yang berayun-ayun secara perlahan menghilang kemudian di belokan yang menghubungkan jalan lain menuju arah trotoar di belakang gedung.

Continue Reading...