Puisi

Puisi Agung Wicaksana

September 10, 2019

Malam

__uni potsdam

malam geletar di luar

dijamah kabut

ruai gemetar

bintang-bintang

bagai akasia rekah

salju membelai pelupuk

begitu pilu

remang menggantung pada kisi jendela

sudut-sudut kelu

pada lekuk rindu

kepalaku

menyelipkan lembar awan

menjadi hujan

menemui tajam

rayu bibirmu

2019


Pada Malam

pada malam, aku nelayan

memukat kenangan

berkilau di bawah bulan

langit yang padam

merapung koyak

khayal di tepian

kau berdiri

semacam mercusuar

sorot cahaya

keemasan

bukan. bukan.

mimpi begitu singkat

yakinlah, sayang

kau tak sendiri

walau selat menghampar

malam dan aku datang

merayap

ratap alangkah singkat

yakinlah, sayang

tak selamanya kita terjaga

pada bagian paling usang

2019


Perjamuan Melupakan

kutuang malam ke dalam cawan

dunia tak sepenuhnya lelap

mimpi-mimpi sebagai

sebagian kebahagiaan

dan aku kian dalam

tenggelam ke dalamnya

lampu-lampu pendar-padam

aku ingin

aku ingin

semua ialah sama

buaian awan pada bintang

sekadar bualan

adalah

bintang-bintang

kini enggan menyala

2019


Geligi

aku melihat

lambaian itu

juraian legam

perlahan larut

dan semilir angin

menyemirkan dingin

pada kesepian

2019


Yang Ditinggalkan Hujan

hujan menoktah keningku

sore, periuk menanak waktu

mendidih matang

sebagai lauk malam

hujan seperti air mata

yang kau tadah

dari gelas

ia simbur

membercakkan jejak semu

tak kutemui dirimu

pada kuyup terakhir

kau kenangan paling kerontang

dalam keluasan ingatanku

2019


Rindu

ialah lekap sepasang tangan

di atas pematang

ketika beton-beton terus ditanam

rumah-rumah berganti alamat

rute itu tak berubah

antar lubang tak berpindah jarak

bulir ilalang rekah di sana

2019


Kau

bisikmu menisik

“tuliskan puisi untukku”

di balik kekuningan lembar

puisi berbagi liang

buat kau tergeletak

di antara kelindan kemungkinan

2019


Agung Wicaksana lahir pada September 2000 di Surabaya, Jawa Timur. Buku puisi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini bertajuk Fanatorium (2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *