Puisi

Puisi Anggi Putri

June 18, 2019

Sepotong Waktu

metafor dan segala hanya kebisuan tak bermakna

barangkali masih tersisa puisi di saku para pengemis

yang hanya menelan segenggam roti sisa pagi

atau menikmati senja yang hambar di antara langkah kaki

hari sama, waktu sama, puisi juga sama

berbondong-bondong memungut diksi di gorong-gorong,

kolong jembatan, dan carut-marut rasa

kepedihan yang purba

barangkali Tuhan masih menunggu di sisi kanan trotoar

dengan sekantung doa yang akan dikabulkan

lalu puisi diterbangkan;

pengemis hilang

Surabaya, 18 Januari 2019


Selimut Rindu

bulan gigil memeram sepi

sejumput rasa yang masak

pada pangkal hari

jatuh terserak, menyesak

di bawah selimut rindu

penuh pecahan embun yang tambun

masih kulihat kenang rimbun

mematuk waktu nan anggun

rekah siluetmu mendedah

kisah dan airmata kala itu

berkeriut di bilik hati yang alpa

tuliskan namamu pada ragu

subuh bangun, aku lupa kau

jauh di antara pandang

dan resah

debar dada merekam potretmu

yang tersapu gerimis lalu

Surabaya, 30 Desember 2018


Percakapan

sepotong episode yang tak lepas dari tempurung otak

seuntai candu kau tuang pada waktu

seolah belenggu tiada surut dalam kalbu

kau hanya sebatas bunga potong yang dipajang

beberapa hari kering dan terbuang

membajak kehidupan dengan air mata malam

berdenyar; sekejap lalu dan tenggelam

bintang tak lagi kisahkan elegi haru; kian merayu

menggoda setiap indera dalam sekujur tubuh

dan saat itu aku lebur dengan seluruh rasa

puing-puing cinta di pematang masa

Surabaya, 15 Januari 2019


Sunyi

kenangan kita ranggas dari pohon yang bersemi

ketika kita seka puisi dari halaman buku-buku

meleleh seolah kutukan jarum waktu

detak perjumpaan adalah kitab yang harus usai

lagu masa terlalu rancak memadati hidup

dan kehidupan. sepanjang rentang sungai

mengalir menjajaki kisah yang hampir sirna

manik-manik napas kesendirian pun rebah

sebilah rindu menindih sepimu

sandaran tak lagi tancap pukau

bisikan angin malam bertukar tangkap

melenakan jiwa belantara

menusukmu bertubi-tubi; perih

Surabaya, 16 Januari 2019


Mencari Jawaban

/1/

dari pinta paling suci

tapak risalah hati

/2/

dalam bilik tengadahkan puja

selendang nyanyian cinta

/3/

berkecamuk dalam dada

rindu purnama kian mengangkasa

/4/

repih-repih selimut gelora cinta

purnama: purna nama

/5/

setetes semangat merangkum aksara

pasti bisa, semoga

/6/

menyibak selimut dingin

asa di pagi hari

/7/

menyesap getir semerdu nyanyian sendu

belenggu: aku

Surabaya, 26 Desember 2019


Satu

terus berjalan mencari beningnya telaga

meski tenggorokan terus menahan dahaga

saat hujan tertahan diantara mega-mega

aroma candu akan terus berlaga

maka saat gelap makin merayap

dan sunyi kian mendekap

purnama tak akan lenyap

ia mengusir segala ratap

bila rindu mengenyam tiap kerjapan mata

jauh dari tatapan antara kita

sesungguhnya itulah yang disebut smita

cinta buana di alam semesta

Surabaya, 27 Desember 2018


Kisah Klasik

tahun telah gugur satu per satu di dalam tidur

sedang banyak anak-anak malam berkeliaran

merunut kisah tentangmu. hingga aku lupa namamu

yang ditiup angin dan melekat di kelambu

wewangi itu kadang mencekat hidung lalu hinggap

di ruang tamu, dapur, teras, dan dadaku

tercekat. sakit yang meradang hingga ke tulang belulang

tak mengapa jika musim menggulung lalu rebah

di pangkuan rembulan. hingga kau duduk menikmati perjamuan

di sisi utara meja makan dengan secangkir wedhang sechang

dan ragu memikirkan masa depan

aku tercengang;

kau hanya bayang-bayang

1000 hari yang tergenang

Surabaya, 14 Januari 2019


Dua Mata

jangan menatap penuh

agar perihal tak jadi keruh

jangan bertolak pinggang

agar selalu rekat kasih sayang

jangan mengobral isu

agar tak banyak bunga di pemakaman

yang makin layu

dan kelu makin membiru

biar puisi-puisi yang bercerita

memunguti sumpah serapah

yang membatasi diri kita

hingga segala tak hanya dusta

Surabaya, 29 Januari 2019


Anggi Putri, pencinta sajak yang lahir di Jombang, Jawa Timur. Selain menulis fiksi, ia juga seorang blogger, content writer, anggota komite sastra Dewan Kesenian Jombang, dan pencinta jalan-jalan. Karyanya pernah dimuat beberapa media cetak dan online di antaranya Suara Merdeka, Lampung Post, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, Tribun Jateng, Malang Pos, Harian Surya, Majalah GADIS, Ruas Online, Kawaca, Radar Banyuwangi, dan lain sebagainya. Pernah menjuarai beberapa lomba puisi, Juara 2 Lomba Puisi IKIP PGRI Bojonegoro, Runner Up UNSA AMBASSADOR 2019, dan lainnya. Buku Puisinya Angin Kembara (2015) dan Laku(na) (2016). Lebih akrab bisa kunjungi www.anggiputri.com. Email: anggiputri265@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *