Puisi

Puisi Anugrah Gio Pratama

December 25, 2019

Serupa Bahasa dan Kata

Serupa bahasa dan kata,

malam adalah puisi dalam sunyiku.

2019


Malam di Suatu Pasar

Malam yang singkat

dan keramaian

adalah guguran bunga.

Kusaksikan

banyak hal di tempat ini:

barang-barang ditata dengan rapi,

kata-kata dilontarkan dengan santun,

tapi tidak ada puisi. Tidak ada puisi.

Hanya ada senyum yang lahir

dari wajah-wajah yang asing.

Hanya malam yang kian bising.

2019


Gelap Menepuk Pundak Hari

Malam bangkit, waktusemisal

karpet-karpet hitam yang panjang,

yang menghamparkan kesunyian

dan membentangkan ketenangan.

Lalu gelap menepuk pundak hari

agar tuntas cahaya mentari.

Lalu mimpi memungut

seluruh lelah di punggung

para pekerja.

2019


Berada di Jalan

Kau terlahir untuk berada di jalan

biarpunkau bukan petualang yang tangguh.

Karena kauadalah gugusan cahaya

saat gelap membanjiri kota-kota.

Kau terlahir untuk selalu berada di jalan,

menghitung jejak-jejak yang

tak pernah bisa dibaca sebagai

buku-buku sejarah dunia.

2019 


Mata Mimpi

Apakah pintu kamar itu

mesti dibuka, sedang ketok jam

bagai sebongkah batu

yang diam?

Aku rasa tak perlu,

sebab dengkur cuacayang amat panjang

telah menghadapkan wajahku

menuju mata mimpi.

2019


Di Ranjang Ini

Di ranjang ini,

tubuh adalah kata-kata

yang jatuh di jantung puisi.

Di ranjang ini,

umur pergi satu per satu

bersama tik-tok jam yang kian laju.

Di ranjang ini,

mimpi terlahir dan berayun

di antara pohon-pohon musim

yang tumbuh di rahim bulan.

2019


Tabuhlah

:Febryan Nugraha P.

Tabuhlah perkusi itu!

Tabuhlah sebagaimana waktu

menabuh sepi yang tenang; sebagaimana sepi

menabuh mimpi yang dalam; sebagaimana mimpi

menabuh angan yang panjang.

Tabuhlah perkusi itu!

Tabuhlah!

2019


Fragmen Mimpi

Mimpimu yang terluka

mengucurkan seribu nasib baik

yang dikumpulkan seorang ibu

dari masa ke masa.

Sedang kenyataan yang indah

justru tak mengucurkan apa-apa,

tak bisa mengumpulkan apa-apa

kecuali kenangan. Kecuali kenangan!

2019 


Biarkan Saja Kepedihan itu

Biarkan saja kepedihan itu

membentangkan sebuah jalan yang kelam,

sebab cinta saja tak akan sempat mengasuh kita

menjadi makhluk yang dewasa.

2019


Usia

Kemarin adalah usia yang

jatuh berserakan; suara-suara

yang telah hilang gemanya.

Esok adalah usia yang tak pasti.

Sedang hari ini adalah usia

yang dikupas kefanaan dunia.

2019


Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sana. Puisi-puisinya termuat di beberapa antologi bersama. Karyanya yang terbit pada tahun 2019 ini berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *