Puisi

Puisi Khanafi

March 29, 2022

Mimipi di Kamar Sempit

kalau pagi hari memesan mimpimu seperti meletakkan kau

di sebuah ranjang yang asing, biarkan orang-orang tiba

sebagai pelayat atau sebagai pendusta yang pura-pura berduka

padahal sebelumnya tak pernah mengenalmu, atau waktu belah

kena gugur daun-daun mangga yang semalam habis dihajar cuaca

lalu datanglah kembali jalan-jalan asing yang pernah kau lalui itu,

membawa langkah rekaman dari gelisah yang sebelumnya pergi

menyusuri daerah-daerah tanpa wajah, tak pernah kau temukan

senyum juga ucapan yang tulus ramah, sepertinya itu akan jadi tepi

sebuah ruang berhenti ketika kau mimpi di kamar sempit yang

belum kau lunasi dan masih menunggu seperti lambaian tangan

2022


Penghuni Kota

kota kami dikawal oleh kecemasan, jalan-jalan kadang

merebahkan kenangan di hatimu, yang kembali memutar ingatan,

menyusunnya menjadi kesepian. kamu telah susah payah

belajar menulisnya, menyusuri kembali saat-saat suram

di tiap hari yang gelap, ketika doa tak lagi terbang bersama burung

ketika mimpi hanya mengarak rasa murung keliling kota

dan langit rupanya menunggu sambil mengucap kalimat beku

gedung-gedung pun menunggu gerak yang membelah waktu

inikah lagi daerah paling asing dalam hidup, tanah yang tak dimiliki,

ruang yang disewa, jalan memanjang membuat kami terlempar jauh

mungkin esok pagi kami telah kehilangan tubuh, sementara

mimpi ketakutan untuk kembali menjalani rutinitas tanpa henti

2022


Perantau

dengan bus yang asing kami dibawa ke kota asing, rumah-rumah

ditinggalkan musim. kami melangkah ke hari baru yang menumbuhi

kepala sepanjang jalan dengan harapan dan ketakutan, hingga pada

lampu-lampu jalan yang hampa kami terhisap sebagai bayang-bayang,

kami akan mencari tempat tinggal, jika tak ada kami akan berkelebat

seperti hantu di gang-gang, di jalan sepanjang tak ada rumah-rumah

dan kami ditumbuhi lagi oleh begitu luas dan lengangnya ketakpedulian

waktu bersama embusan angin seperti bahaya yang bisa membuat lupa

apakah kami telah memilih meninggalkan desa untuk menjadi terlunta?

2022


Hujan yang Baik

tak seperti pagi-pagi biasanya, hujan turun dengan ramah

setelah kumandang subuh surut pada pelantang bangun itu

jam-jam seperti meninggalkan jarumnya di mimpi untuk

melanjutkan tidur, suara membentur di atap begitu merdu,

seperti sayatan yang berkelebat saat pertama kali kauingat

pada sepi yang suka berdiri sendiri di tanggul ladang padi

ketika hujan yang sama mengajakmu bermain dengannya

kau tak perlu banyak bicara sekarang, berbaringlah sejenak

istirahatkan kakimu yang begitu ramah menyapa jalan-jalan

yang bernama-nama asing itu, mereka akan mengingatmu

bahwa di hari itu, pukul pagi yang sedikit ngilu, kau absen,

karena hujan yang baik ingin meninggalkan sesuatu dari

masalalu untuk kau pungut esok sebelum bertemu si maut

2022


Taman Awal Tahun

orang datang dan orang pergi, bunga-bunga mekar

pohon tumbuh sendiri, burung buat sarang di cabang

dengan ranting daun kering dan warnanya yang bunuh diri

kemarin sepasang kekasih berjanji ketemu di bangku situ

tapi di hari itu waktu begitu padat, nomor berjejal tumpat

halaman hanya cukup untuk empat capung dan seekor sepi

langit menjadi seperti bentangan pada bajumu, orang berlalu

seorang petugas kebersihan menambah personil baru, di sini

masih berkeliaran ribuan bekas napas yang bertukar-tukar di

bawah lampu, setelah pukul malam dan sehabis pagi masih

terkumpul sebagai guguran daun, beberapa potong sampah dan

selongsong kembang api yang terbakar mulutnya, juga sunyi

2022


Khanafi, lahir di Banyumas, Jawa Tengah. Tulisan-tulisannya berupa puisi dan cerpen tersiar di beberapa media massa baik daring maupun cetak, serta terikut dalam berbagai buku antologi bersama. Penulis berkhidmat di Forum Penulis Solitude (FPS). Sehari-harinya bekerja sebagai editor lepas dan penjual buku lawas. Buku kumpulan puisi pertamanya bertajuk Akar Hening Di Kota Kering (SIP Publishing: 2021). Sekarang bolak-balik Purwokerto-Yogyakarta sembari merampungkan novelnya dan sebuah buku kumpulan cerpen. Penulis bisa dihubungi melalui email : afisaja043@gmail.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.