Puisi

Puisi Redovan Jamil

August 28, 2019

Gadis Pelesir

malamku tergantung lebam

meringsut dalam gelap

merangkul tiang-tiang menjulang kota

dilafal doa menolak bala

tentang gadis yang suka berkelana

mengalir deras pada lekuk sungai di kepala

“jauh mata memandang, terulur panjang jalan

dikau selalu melipat datang. ingin berlama dalam pangkuan”

aku terus memuja kemungkinan

menandai setiap kabar dari pelesir

mengabarkan utuh dalam puing sajak ini.

2018


Sedalam Mencintai

#

cinta yang tumbuh menjulang

berebut sinar matahari dari sela lubuk hati

pancaran sebesar bola langit

tertancap erat ke akar-akar

ke kerak tanah yang dalam

ke hulu sungai yang purba

sejauh pandang ke ujung seberang

#

pada sore hari

dikau menjadi jingga di ujung selat

menghubung ke pulau perantauan

antara menetap atau terus berlayar

derai ombak menjilat-jilat

hembusan napasmu gegas

sejurus ke hati yang hampir pupus

dalam liang tuju yang abstrak

#

dikau menjadi tuju dalam temu

mengelak rasian

ingin yang nyata

tiada pelipur lara

bermuara segala harap.


Puisi Bulan April

tak terbilang hadirnya gerimis

pinggang gunung berselimut kabut

wajahmu seketika mendekam jauh ke dasar angan

pucuk ranting membelai rambutmu yang tergerai tercium angin

aku luruh, gigil dipagut dingin

waktu ke masa lalu. alir dera ke hulu jantung

pada barisan dedaunan di pinggir jalan

aku padamu kelak akan berpulang

“cinta memang begitu. celakalah orang berhenti mencintai

hiasannya yang ranum; asing, resah, gila, terlupa, melupa dan terpenjara kata”

selebihnya pulangkanlah ke awal puisi ini!

2019


Pelepah Matamu

di pelepah matamu rindu luruh

setakat beku ke relung paling dalam

berkunjung pada gorong-gorong yang basah

menuju tualang yang panjang

sekian waktu kamu memenangkan segala pertarungan

mulai dari musim tangkapan ikan ramai

hingga tongkang  patah kuduk

imbasnya jua: urung pedagang hilir-mudik di pantai lumpur.

2018


Direbut Waktu yang Enggan Berlalu

malam yang panjang

dalam denyut nadi

terpukul nyali dirangkul tangsi

memburu lecut resah

mengambang kata-kata

tak ada bisik kabar

atau sekadar berbalas surat

suara-suara sumbang menyapa telinga

menukik ke ujung tangis

tanpa cerita, atau hanya berkisah menegak dini hari

tak ada kopi, loncatan malam yang lambat berlari.

2018


Perihal Hati

perihal hati

aku telah sematkan erat

terpaut buhul mati

terikrar pada prasasti

di dinding kamar ia menggantung hingga berlumut

pada gorong-gorong ia seumpama lentera

pada tanah ia penyejuk dalam kerontang

pada gunung ia jadi lembah yang dialiri sungai biru

padamu bermuara segala tuju.


Mencintaimu dalam Segala Waktu

pada tualang hidup

ada yang sirna ditelan cinta

sekian yang tumbuh dan pergi, begitu juga yang datang

aku memilih tidak pada semua hal itu

yang datang pasti akan pergi

yang pergi pun akan ada pengganti

yang tumbuh menjulang, lalu tua dan rapuh

yang berlalu akan berujung temu

aku ingin jadi diriku sendiri

mencintaimu bersama segala usia

tanpa ampun. tak ada pamrih dan janji-janji.


Detektif Cinta

: sherlock holmes

semalam yang lebam aku berkhayal seumpama seorang detektif

aku jadi sherlock holmes saja

membuka tabir hatimu

menguak segala misteri perihal cinta

lengkap dengan rasa kecewa

jatuh yang disengaja dalam pangkuanmu

terluka yang paling manis, dan rindu yang candu

setelah menjadi detektif cinta, tugas semakin menggunung

bertubi-tubi aku jatuh cinta kepada wanita

ditemukan banyak hati yang rapuh

cinta yang omong kosong

hingga dusta yang merajalela

tak ada yang benar-benar baik perihal cinta

apalagi terpaut dua hati insan yang terjebak waktu yang fana

percayalah, usai puisi ini tutup usia aku ingin melupa

lupa atas permainan kata, memanis  rasa

dan adonan janji dalam bungkuknya nafsu.

puisi ini tetap saja ingin ditulis

mengabarkan hasil riset cinta seorang sherlock holmes gadungan

di tengah kota, pada gang-gang sempit cinta diobral semena-mena

busung buah dada hingga ingin pecah kutang berenda

bibir gincu bata, lentik berarak alis mata

ialah yang akan dipilih lelaki pelumat nestapa

pada remang malam akan terasa nikmat

setakat akhirnya menjalar ke wisma-wisma

begitulah cinta, memenangkan pikir

meruntuhkan akal, dan terjebak nafsu muslihat.


Cintaku Tumbuh di Bibir Sampan Leper

kita berdua kala itu

mengitari ilalang dan kanal-kanal merah

penuh takzim menyaksikan pacu sampan leper

orang-orang bertalu sorak semarai untuk peserta lomba

“ayo-ayo! yang kompak! saat berputar arah harus cepat!”

lumpur memantulkan gema suara riuh

seusai surut mengikis pantai

di udara suara hatiku bergelombang

bersiul lirih cinta yang dalam

seolah-olah rasa itu tersangkut di pipihnya bibir sampan

berpacu bersama degup orang yang berkayuh kemenangan

nuh, kekasih

di seberang tersangkut segala harapan

mengarungi segala kemungkinan yang retak

“dekap aku erat-erat! dengar genderang jantungku”

jangan pisah dilempar ke dasar ratapan

aku luruh, kekasih

dalam candamu yang meramu malu-malu

ingin hidup sekali saja

tapi waktu denganmu selamanya.

2019


Sajak Lamaran

tahukah, Anelis

pada senyummu yang menguntai aku bergelantung

sudah habis pikir tak ada selain padamu jua muara tuju

segala temu, angin mendesir dalam ingin

rindu berpacu dalam alir air

pada hujan yang pecah di atap rumah

di tahun yang sudah ingin tutup usia

aku ingin meminangmu, Anelis

di hari ulang tahunmu

pada minggu ketiga november

jadilah kau tawananku

tawanan hidup hingga renta

dik, Anelis. aku akan datang ke rumahmu

bersila di hadapan orangtuamu

menghamba untuk diperestui

dipersatukan tentang kita

tentang segala congkak yang ada

percayalah, engkau tawananku yang paling lembut

ditanam segala pokok bunga di depan kamar kita kelak

tentu bunga itu akan menjadi sahabatmu

merawatnya adalah menyemai keabadian di antara kita

Anelis

musim bisa berubah-ubah

tapi cintaku tetaplah ada

pacuan mungkin saja berbalik haluan

tujuku padamu jua.

2019


Redovan Jamil, lahir Padang Benai salah satu kampung kecil di Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Ia adalah salah satu penggiat literasi pedalaman dan pengelola di TBM Hamfara Library. Terpilih menjadi Penggiat Literasi 2019 dan diundang Residensi Penggiat Literasi di Yogyakarta. Ia juga tergabung di Komunitas Daun Ranting. Tergabung dibelasan antologi bersama, baik nasional maupun internasional. Abun-abun yang Abrak (2018), Purata Publishing adalah buku tunggal pertamanya. Karya dan tulisannya tersebar dibeberapa media seperti Riau Pos, Media Haluan, Magelang Ekspress, Radar Cirebon, Harian Singgalang, Rakyat Sumbar, Palembang Ekspres dan media online lainnya. Bisa dihubungi ke nomor 085265781291/ WA, email redovanjamil1993@gmail.com, IG @redovan_jamil dan Facebook atas nama Redovan Jamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *