Puisi

Puisi Risa Fauziah

November 5, 2019

Hujan Paling Deras

Kau lupa cangkir itu kosong

Untuk apa kembali meminta

Sedang kopi yang kusuguh hilang

Menjelma langkah detik yang paling hampa.

Kau ingat air itu sulit

Sesulit memintamu berbicara

Hujan kali ini pelit

Tapi air di mataku masih terus mengalir

Tanpa diminta.

Tasikmalaya 2019


Resah

Serupa nama tanpa makna

Serupa seruan tanpa nada

Kita hendak memilih bersama

Namun jeda terlampau lama

Kian hari, kian merontaMeminta arti tak mau pergi

Ingin tinggal tapi takut tak diinginkan

Tasikmalaya 2019


Mendung Singgah

Acap kali mendung singgah

Di langit kamarku, jengah

Membekap bibir tuk bicara

Awan meluap

Tergetar petir ingatan

Tak dapat terbendung

Gelap, mencekam.

Lebat. Meruah dari atap

Beralaskan hati yang rapuh

Tasikmalaya 2019


Paling Dalam

Sedikit katamu, cobalah

Perihal ruang paling dalam

Tidaklah mudah

Bukan satu atau dua kali

Sesering itu, sampai lupa

Sukarnya membuka kembali

Untuk ia yang inginkan menetap.

Tanpa niat singgah.

Tasikmalaya 2019


Tua

Langkahnya masih teguh

Jejaknya tinggalkan bekas mendalam

Dari pagi hingga larut malam

Tanamkan asa melimpah.

Keriputnya tak kenal menyerah

Bungkuknya tak kenal lelah

Jajakan buah seadanyamenawari orang berlalu-lalang.

Wajahnya ceria tak kenal cuaca

Senyummya menyisakan kesan mendalam

Bagi ia yang datang

Membeli atau sekadar tergetar hati.

Tasikmalaya 2019


Sekian

Kau menoleh, untuk apa?

Jika temu saja enggan

Kau berlalu, sudah biasa

Lantas, apa tadi katamu?

Hahaha, aku yang terbaik?

Aku yang terakhir?

Cukup, ucapan basi itu

Muak, janji palsu itu

Sekian.

Tasikmalaya 2019


Si Kecil

Dari Tubuhmu Aku Lahir

Dari pelukmu aku tumbuh

Dari tangguhmu aku kuat

Dari kerja kerasmu aku hebat.

Si kecil dulu kini telah mendewasa

Si kecil dulu kini merasa lelahmu kala itu

Si kecil dulu kini hampir menyerah

Si kecil dulu kini butuh nasihatmu

Dari hidup yang kian keras

Dari dunia yang kian ganas

Tanpa dukungan, tanpa do’a

Sebenarnya aku masih merupa kecilku.

Tasikmalaya 2019


Rumit

Sebanyak apapun aku berpuisi tentangmuSepenuh rasa kutuang kedalamnya

Sekali pun enggan kau baca.

Serumit itu pula aku berhenti

Berhenti dari merindukanmu

Berhenti dari mengenangmu

Berhenti berharap kita kembali

Bersama.

–Tasikmalaya 2019


Arah Takdir

Detakku mengarah padamu

Jauh sebelum wajah kita beradu

Di balik jalan punggungmu

Aku sembunyi dari kemelitanku.

Tanpa dinyana takdir menemu kita

Kembali tanpa banyak kata

Bilik pesan mempersingkat jarak

Sampai di titik paling bahagiaMeramu rasa yang sama.

Tasikmalaya 2019


Usaha Bahagia

Wajah bulat, berkaca mata

Berdampingan. Senyum yang sama

Cekrek …

Potret terakhir tapi tidak cintanya

Harus memang, kakiku melangkah

Bukan maksud menjauh

Lebih dari mengejar hidup

Lebih layak, lebih dapat dipercaya

Nanti, kau bisa kuhidupi

Dengan jerih payahku sendiri.

Melihat kau setiap hari

Tersenyum lega.

Tasikmalaya 2019


Risa Fauziah, lahir di Tasikmalaya 1995

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *