Puisi

Puisi Sengat Ibrahim

November 13, 2019

Menjadi Penyair

di hari pertama

aku menjadi penyair

aku sibuk melakukan banyak hal

yang tidak menghasilkan apa-apa.

di hari kedua,

ketiga, keempat, kelima,

sampai pada hari yang tidak lagi kuhitung

sebagai penanda bagi hari terakhirku menjadi penyair.

aku makin konsisten

melakukan banyak hal

yang tidak menghasilkan apa-apa

memang semudah itulah menjadi penyair

di negara yang tidak pernah bosan memproduksi koruptor.

2019


Pernyataan Seorang Penyair

penyair tidak pernah

menciptakan kesedihan

hanya saja, kesedihan kerap

kali mencintai banyak penyair

dengan cara berlebihan.

maka wajar kalau

suatu waktu pembaca puisi

akan mendefinisikan penyair sebagai

orang yang benar-benar ahli

dalam hal menunaikan kesedihan.

2019


Bagi Seorang Penyair

bagi seorang penyair

tidak ada tempat yang

benar-benar menyenangkan

kecuali di hati banyak orang.

2019


Doa Penyair

aku mencintaimu

dengan iman yang tuhan kasih

semoga kau terima cintaku

dengan perasaan aman yang tuhan asuh.

2019


Pengakuan Penyair

tuhan maha tahu

aku maha ragu

kau maha rindu:

pusat penyatuan

tuhan denganku.

2019


Surat Dari Penyair

tidak ada yang

berbeda dari rinduku

ia hanya memperhatikan dunia

yang melulu berhubungan denganmu.

2019


Cara Penyair Bekerja

hampir seluruh waktunya

yang berisi sempat dan sehat

dalam suasana cerah ataupun gelap.

ia gunakan hanya untuk memaksa

pikiran, memikirkan segala sesuatu yang

di mata orang lain tidak layak dipikirkan.

kemudian bersama bahasa ia membuat

ketidakmungkin menjadi mungkin, seperti

mimpi yang berhasil keluar dari dalam tidur.

2019


Sengat Ibrahim, Lahir di Sumenep Madura, 22 Mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek. Bertuhan pada Bahasa, (2018) merupakan manuskrip buku puisi pertamanya. Sekarang menetap di Jogjakarta sekaligus bekerja sebagai Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *