Puisi

Puisi Sengat Ibrahim

August 13, 2019

Sabda Hujan

kalau kamu dalam keadaan sendirian

maka siapkan rindu sebelum hujan

biar bisa bermain-main dengan kesepian yang disempurnakan.

kalau kamu sedang berduaan

maka siapkan payung sebelum hujan

biar bisa bermain-main dengan kehangatan yang direncanakan.

Jogjakarta, 2019


Hujan 1

terima kasih hujan engkau masih tahu jalan menuju bumi

terima kasih bumi engkau masih tabah memilih manusia sebagai isi.

Jogjakarta, 2019


Hujan 2

semua hujan yang turun dari langit selalu sama yaitu air

yang mencoba menghapus semua bekas kenangan di luar pikiran.

Jogjakarta, 2019


Hujan 3

dingin dan angin sedang berdiskusi alot dengan rindu

semoga saja mereka mendiskusikan aku dan kamu.

Jogjakarta, 2019


Doa Menolak Tidur Malam

1

semoga dingin yang menyerang tubuhku

terbuat dari keinginanmu untuk memelukku.

2

semoga dingin yang memelukku semakin

memperpanjang kebutuhanku akan kehadiranmu.

3

semoga dingin yang bercampur dengan kenangan

bersamamu akan menjadikan aku—orang sempurna

yang tetap butuh disempurnakan olehmu.

4

semoga dingin yang membungkus kulitku

tidak sampai mengganggu keberadaanmu di dalam diriku.

5

semoga malammu yang penuh dengan diriku atau malamku

yang selalu berisi dirimu tidak menjadikan kita lupa bahwa

malam yang paling sempurna di dunia adalah malam

yang berisi aku dan kamu.

Jogjakarta, 2019


Doa Sebelum Tidur Malam

dalam mimpi, semoga kita tidak pernah berketemu

sebab aku membutuhkan yang lebih nyata dari itu.

Jogjakarta, 2019


Doa Ketika Diserang Rindu

semoga dalam semua rindu yang datang padaku

selalu ada kamu di dalamnya.

Jogjakarta, 2019


Kangen

kangenku

sudah sampai pada puncak

di mana aku harus membiasakan diri

menjadi kehancuran.

maka kubiarkan

kangen yang menentukan sendiri

memilih kangen ke siapa

semoga saja kangenku menjadi kangenmu.

Jogjakarta, 2019


Tutorial Rindu

satu-satunya cara terbaik menikmati rindu, cuma satu:

menjauhlah hidup sebisa mungkin dariku.

Jogjakarta, 2019


Alangkah Malang Nasibku

sudah lebih dari dua jam

aku dikeroyok segerombolan rindu

hingga seluruh tubuhku babak belur.

aku berterik-teriak minta tolong tapi

tak ada satu pun orang yang mau menolongku.

alangkah malang nasibku.

Jogjakarta, 2019


Sengat Ibrahim, Lahir di Sumenep Madura, 22 Mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek. Bertuhan pada Bahasa, merupakan buku puisi pertamanya. Sekarang menetap di Jogjakarta sekaligus bekerja sebagai Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub.

Only registered users can comment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *