Cerpen

Cinta Terlarang

Aku membuka jendela kamar hotel, membiarkan angin yang dibawa oleh pekat malam masuk membelai tubuhku. Kulihat bulan bulat sempurna berwarna perak seperti mata serigala, bertengger mesra di langit malam tanpa bergerak seperti terperangkap dalam bingkai jendela. Kupandangi bulan itu beberapa saat. Sebagai pengganti rasa gelisahku menunggu pujaan hatiku yang tak juga kunjung tiba.

Continue Reading...