Cerpen

Berakhirnya Kuasa Tuan Tanah

Tuan Markoni memberiku segenggam tanah untuk kubawa pulang. Orang-orang di teras rumah mewah itu menatapku gembira. Aku tak bisa berkata apa-apa. Bukan karena tak mampu melawan, melainkan terlalu banyak lelaki bertubuh kekar berdiri mengawal tuan tanah keparat itu. Akhirnya, aku mundur. Pulang, meski jelas semua tahu entah ke mana aku bisa pulang. Satu-satunya yang terlintas di benakku adalah rumah Sapono.

Continue Reading...

Cerpen

Cinta Dalam Bus Antar Provinsi

Dan hal paling kau suka ialah menciumi kepala bayimu, meletakkan begitu lama bibirmu di atas ubun-ubunnya yang belum ditumbuhi rambut hingga kau rasakan denyutan-denyutan lembut lalu membisikkan sebaris doa kepada denyutan itu: aku mencintaimu. Mencintaimu sejak pertama dan selamanya.

Continue Reading...