Cerpen

Estradus Membenci Hujan

Tiap kali menatap mata Ibu yang selalu tampak basah, Estradus langsung memeluk Ibu. Ia tak tahan memandangi matanya lama-lama. Ia tak tega melihat Ibu begitu tersiksa. Ibu memang tak banyak bicara dan bergerak. Namun mata Ibu serupa pendongeng bisu yang melontarkan cerita-cerita sendu. Selain hujan, Estradus juga menghindari mata Ibu. Ia mencintai Ibu, tapi ia tidak berani lagi melihat matanya.

Continue Reading...