Cerpen

Kenangan Pohon Srikaya

Kisah Ibu semasa gadis dulu tak pernah dilupakan Dewanti. Ibu memetiki buah-buah srikaya di kebun usai subuh dan menjualnya ke pasar, sebelum berangkat sekolah. Buah-buah srikaya itu ditanam Nenek, yang kata Ibu, meninggal dunia ketika Ibu berumur sepuluh tahun. Semasa hidup Nenek, mengajarkan pada Ibu agar merawat pohon-pohon srikaya, memetiki buah-buahnya yang ranum, dan menjualnya ke pasar. Dengan menjual buah-buah srikaya, Ibu tak perlu mengutuki Kakek, yang tak pernah memberi uang untuk keperluan sekolah.

Continue Reading...

Cerpen

Ketakutan Memandang Kepala

Jendra pun merasakan keserakahan, dosa, dan ketamakan di masa lalu. Kini dia melihat kepalanya sendiri dengan keinginan memancungnya. Menjadi manusia berkepala keledai, sungguh memalukan. Sama sekali tak ada kewibawaan, kegarangan, dan kebanggaan.

Continue Reading...

Cerpen

Perkutut di Pangkuan Laksmita

Memenuhi permintaan suaminya, perkutut itu ditangkap Laksmita dan dimasukkan ke dalam sangkar. Perkutut itu sangat jinak, berada di sangkar tanpa merasa asing. Mematuk jewawut dan ketan hitam, minum sesekali. Broto memang mempunyai pekerjaan baru, merawat perkutut itu tiap pagi. Membersihkan sangkar. Mengganti jewawut dan ketan hitam. Mengganti air yang keruh dan mengering. Ia tak pernah menggerutu. Ia sadar, perkutut itu telah lama hadir dalam mimpi dan kehidupan Laksmita, istrinya.

Continue Reading...