Puisi

Puisi Nafi Abdillah

Jauh-jauh hari telah ia betulkan suara-suara serak hati
sebagai rayuan kepada Kekasihnya.
Semua ini tidak diartikan sebagai permintaan,
namun mirip seperti kerinduan Kanjeng Nabi
pada suara lembut Bilal yang tak lagi menyentuh telinganya lebih dari 40 hari.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Miftachur Rozak

Kini, engkau sudah menikmati surga itu, di bumi,
di matamu sendiri. Setiap yang engkau bayangkan,
ketika matamu terpejam, surga itu menghampirimu:
engkau menaiki perahu, memetik buah,
menyesap madu, dan meneguk susu.

Continue Reading...

Puisi

Puisi Joe Hasan

sudahlah sampai kita pada akhir pengantaran
ikatan telah dibuka
kain itu bernyanyi sesaat
siapa yang kan menemani?
tak bisakah lebih lama lagi kita melihat matahari?
deras yang kau tahan
memang untuk sembunyikan perih
kita menyadari hari
waktu yang tiada henti
kita menunggu giliran siapa lagi besok
atau besoknya lagi

Continue Reading...

Cerpen

Pemanah

Karna terperanjat melihat siapa yang datang. Wrusali yang hanya mengintip dari dalam bilik menyimak dengan sedikit merapatkan kuping ke arah pintu. Ia melihat sorot mata suaminya yang terluka.

Continue Reading...