Cerpen

Sebuah Titipan yang Hanya Darimu

Sebuah titipan yang hanya darimu itu menjadi hantu di ingatanku. Waktu itu, kedatanganku ke kota ini di samping bekerja, ialah mencarimu yang mendadak hilang di pagi Jumat pada bulan Januari. Pakaianmu tak ada lagi di kamar. Sepatu, jaket, atau apa saja yang berhubungan denganmu, bahkan tak sebiji pesan kau tinggalkan sebagai isyarat yang barangkali dapat kuterjemahkan meski butuh beratus-ratus malam lamanya.

Continue Reading...

Cerpen

Tentang Nurli, Jitu dan Ulira

Sesaat setelah bangun, Ulira mencari pensil dan kertas kosong yang lepas dari pelukannya waktu tidur. Ia lalu berpejam sebagaimana sering diajarkan Nurli: bila kau merindukan seseorang, tutup matamu dan pikirkanlah ia. Maka, hal menelusuk ke pikiran Ulira kali ini: perempuan berambut pendek dengan poni diacak-acak angin muncul dari balik gedung tinggi. Pakai rok kotak-kotak setengah betis—koyak di bagian tengah sampai lewat lutut.

Continue Reading...

Cerpen

Cinta Dalam Bus Antar Provinsi

Dan hal paling kau suka ialah menciumi kepala bayimu, meletakkan begitu lama bibirmu di atas ubun-ubunnya yang belum ditumbuhi rambut hingga kau rasakan denyutan-denyutan lembut lalu membisikkan sebaris doa kepada denyutan itu: aku mencintaimu. Mencintaimu sejak pertama dan selamanya.

Continue Reading...

Cerpen

Sejak Ishak Ditangkap

“Tanganmu tercipta bukan untuk berperang, Sayangku. Jadi ratu dan malaikat bagi anak-anak kita, itu saja,” ujar Ishak suatu hari, sembari memetik setangkai mawar dan menyelipkannya di daun telingaku.

Continue Reading...