Cerpen

Memancing Bersama Bapak

Semenjak satu-satunya bioskop di kota kami berhenti beroperasi, Bapak tak lagi punya pekerjaan tetap. Semula Bapak bekerja sebagai pengantar rol film, kemudian dipindah ke posisi penjaga loket. Bersama kawan-kawan sebaya, hampir setiap malam aku bermain-main di teras bioskop itu. Kami senang melihat-lihat poster film, meski orang-orang dewasa kadang memarahi kami sebab dianggap mengganggu para calon penonton. Sebagai bocah kami memang berisik, tetapi kami tak pernah berniat mengganggu. Kami hanya gembira, dan kegembiraan dalam diri seorang bocah menjadi kegembiraan yang murni. Mungkin kemurnian itulah yang mengganggu orang-orang dewasa.

Continue Reading...

Cerpen

Taman Dasar Kali

Apa yang dicari seorang perempuan, lepas tengah malam, berdiri di tepi jembatan, hanya memandang ke bawah, ke alir air kali yang hitam oleh limbah, ketika hampir semua lampu-lampu rumah sudah dipadamkan?

Continue Reading...

Cerpen

Penerbangan Mawar

Bobot tubuhku seakan melompat keluar, memantul-mantul di dinding pesawat. Aku membuka mata dan merasakan keheningan yang misterius. Perempuan di sebelahku masih memejamkan mata, begitu juga pasangannya.

Continue Reading...