Buku | Resensi

Narasi Futuristik Kepala

Ada suatu anekdot ihwal kepala yang beredar di masa sekolah. Guru selalu mengatakan untuk melepaskan kepala di rumah atau tidak usah membawa kepala ke sekolah setiap kali murid terlihat lungkrah melenakan kepala di meja. Melepaskan kepala di sini benar-benar lebih dekat ke arti harfiah, bukan secara metaforis mewakili tindakan untuk tidak menggunakan isi kepala (otak) atau berpikir.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Pada Batas Kematian

Perkembangan naskah lakon yang diterbitkan menjadi sebuah buku dalam satu tahun dapat dikatakan sangat lemah. Tak banyak penerbit, baik indie maupun mayor, yang mau bergerak di lingkaran yang sepi pembeli. Selain itu, seorang penulis lakon drama juga harus memutar otak bagaimana caranya agar naskah yang ada bisa enak dibaca.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Kuasa Seksualitas Kita

Bagaimanapun, peradaban manusia diciptakan oleh seksualitas kita yang rumit. Seksualitas menciptakan bahasa, hubungan kekerabatan, penguasaan alat dan teknologi, norma, hukum, politik, struktur, hingga sistem ekonomi masyarakat kita.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Dekat & Nyaring: Upaya Mengutuk Penulis yang Keasyikan Bercerita dan Dakwah yang Salah Tempat

Sastra Indonesia dalam beberapa waktu ke belakang mulai ramai dengan karya-karya berbentuk novelete atau novela, sedikit contoh, Omong-kosong yang Menyenangkan karya Robby Julianda, Arapaima karya Ruhaeni Intan, Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Iowa karya Faisal Oddang, hingga yang terbaru, Dekat & Nyaring karya Sabda Armandio (selanjutnya akan saya tulis Dio). Dan saya akan mengulas yang disebutkan terakhir.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Raden Saleh: Membaca dan Memandang

Kurnia Effendi pergi di negeri mantan penjajah. Kepergian tak lama, tak seperti Raden Saleh di masa lalu. Di hitungan puluhan hari, Kurnia Effendi mencari dan mengimajinasikan Raden Saleh di pelbagai tempat. Ia tak cuma mencari di Belanda. Kepergian ke Jerman, Prancis, dan Belgia tetap meniatkan ingin mencari tinggalan dan cerita bertokoh Raden Saleh.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Menemukan Kembali ‘Homo Ludens’

Kumpulan sajak ini mengingatkan kita akan pentingnya jati diri manusia sebagai homoludens, makhluk yang suka bermain. Ia terbit di momen yang tepat, yaitu ketika kehidupan sosial kita kian didominasi oleh perangai homo faber, makhluk yang suka bekerja, dan homo politicus, makhluk yang suka berurusan dengan politik dan kekuasaan.

Continue Reading...