Buku | Resensi

Punk dan Kisah Lainnya

Saat membicarakan band-band punk, pikiran kita akan langsung tertuju pada Sex Pistols, Ramones, The Clash, The Stooges, New York Dolls, juga MC5. Band-band yang menandai semangat awal musik punk. Namun, Atolah mencoba menghadirkan nama-nama lain. Death, Pure Hell, Television, Buzzcock, Warsaw, Blondie ialah segelintir nama lain yang sedikit banyak juga membentuk subkultur punk di awal kelahirannya.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Pendidikan dalam Catatan Soca Sobhita

Yang menarik tapi tak unik, seperti semua murid/siswa sekolah di Indonesia, dalam catatan autobiografisnya yang diterbitkan jadi buku ini, dia punya pendapat sendiri tentang sekolah dan pendidikan di Indonesia. Ini juga sangat terkait dengan pola pengasuhannya di rumah.
Perhatikan catatan autobiografis Soca ini: “Aku tidak suka sekolah, sebetulnya. Aku suka tinggal di rumah bersama Opa dan Beps. Baca-baca cerita, main game, main di rumah pohon bersama Cathy Miauw, mencium kain dua…atau membantu Bi Yo dan Mak David memasak, atau membersihkan rumah.”

Continue Reading...

Buku | Resensi

Musik dan Kegilaan

Musik, selayaknya karya seni lain, memang selalu ditafsirkan beragam oleh publik. Interpretasi subjektif atas karya seni adalah keniscayaan. Lalu, muncul pertanyaan: untuk apa ada ulasan musik? Jika memang semua orang memiliki interpretasi, mengapa harus ada seseorang yang ditasbihkan menjadi “jurnalis musik” dan memiliki hak khusus untuk menyampaikan selera dan interpretasinya pada publik?

Continue Reading...

Buku | Resensi

Kopi: Sengsara dan Nikmat

Episode pedih dimulai pada 1711 saat kiriman kopi dari Jawa memecahkan harga lelang tertinggi di Amsterdam. Sejarah mulai bernafsu laba. Pada 1726, kopi asal Jawa menguasai pasar kopi di Eropa. Segala capaian itu mengesahkan penciptaan sengsara di Parahyangan melalui perjanjian VOC dengan bupati dalam misi penanaman kopi. Di halaman sejarah, orang bisa mengingat itu Koffie-stetsel atau Preanger-stetsel. Ribuan ton kopi berhasil dikirimkan ke Eropa, merangsang selera para peminum di Eropa untuk memuja kopi asal Jawa. Sejarah memanjang dengan kehadiran Daendels dan Van den Bosch. Kopi “memahitkan” nasib bumiputra dan mengingatkan Cultuur-Stetsel (1830-1870).

Continue Reading...

Buku | Resensi

Maut, Bahari, dan Kilas Balik

LaluKau rupanya seperti perjalanan kilas balik. Puisi-puisi Radhar dalam buku itu diurutkan mundur, dari tahun terbaru (2019) hingga terlawas (1985). Saya mengikuti kilas balik itu pelan-pelan. Semakin ke belakang, puisi-puisi Radhar semakin bagus. Sepanjang 2018, Radhar gemar memuisikan masjid. Ada tiga puisi tentang masjid yang Radhar tulis: “Masjidku Untukmu”, “Masjidmu Untukku”, dan “Dimana Masjid”. Lalu, mundur setahun ke 2017, Radhar masih memuisikan hal-ihwal spiritual-keagamaan. Sementara, pada 2014–2015, puisi-puisinya sangat eksistensial.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Tawaran Eksplorasi Bentuk Bercerita dan Catatan Lain

Novel Aib dan Nasib nyatanya memang memberikan kita pengalaman pembacaan naratif yang berbeda, novel ini berjalan dari paragraf-paragraf pendek dalam empat rangkaian cerita dengan masing-masing tokoh utama yang berbeda pula dan baru diketahui saling bertaut satu sama lain setelah melewati beberapa bab. Gaya bercerita yang mirip dengan yang dilakukan pengarang Peru, Mario Vargas Llosa, dalam novel The Time of The Hero. Atau dalam konteks sastra Indonesia pernah dilakukan oleh A. Mustafa dalam novel Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman maupun Nukila Amal dalam novel Cala Ibi.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Cinta Melulu

Manusia modern berlomba-lomba menjadi manusia logis dalam menyikapi segala hal di kehidupan. Pergulatannya dengan logika membuat manusia perlu mengalami perubahan-perubahan sikap memandang-mengkritisi-mendobrak keyakinannya.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Celeng dan Cairnya Kedirian Manusia

Tokoh Sirius Black pernah menasihati keponakan baptisnya, Harry Potter, bahwa dalam setiap diri manusia sejatinya terdapat kebaikan dan keburukan. Keduanya saling bergandengan dan tidak terpisah. Ingin menjadi seperti apa manusia itu sendiri tergantung pada pilihan dari masing-masing manusianya.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Berkisah (ke) Sejarah

Pada 2014, Iksaka Banu dengan buku berjudul Semua untuk Hindia meraih Kusala Khatulistiwa Award. Ia memang memberi prosa apik dan merangsang ke pengisahan dan pewartaan sejarah. Tahun-tahun berlalu, ia tampil lagi dengan buku berjudul Teh dan Pengkhianatan. Buku masih berisi cerita-cerita merangsang ke renungan sejarah. Di kategori prosa, buku itu menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2019. Cerita-cerita pantas terbaca dan teringat. Persembahan “unik” di kesusastraan Indonesia mutakhir.

Continue Reading...

Buku | Resensi

Mengurai Ketidaksadaran

Jagat Digital, itulah kata yang dipilih Agus Sudibyo untuk judul buku terbarunya. Mungkin judul itu tidak terlalu menggugah selera pembaca, tetapi, ada hal yang menarik di sub judulnya, yakni Pembebasan dan Penguasaan.

Continue Reading...