Buku | Resensi

Negara, Peliknya Administrasi dan Hidup Orang-orang Biasa

Tapi bagaimana La Muli yang tanpa kalimat berbunga dan hampir minim adegan ekstrim menjadi menarik buat terus dibaca? Semua ternyata bertumpu pada lokalitas yang bukan tempelan. Dialog dibuat berbahasa Indonesia kental logat Papua. Meski demikian, Nunuk tidak memaksakan kosakata lokal yang harus dijejalkan catatan kaki agar pembaca mengerti. Lokalitas Papua yang disajikan pun jauh dari koteka, upacara bakar batu dan hal-hal yang biasa dicap primitif dan disajikan di media massa. La Muli justru menunjukkan pergerakan masyarakat urban di tahun 1980an yang ternyata juga terjadi di Papua.

Continue Reading...