Cerpen

Kenangan Pohon Srikaya

Kisah Ibu semasa gadis dulu tak pernah dilupakan Dewanti. Ibu memetiki buah-buah srikaya di kebun usai subuh dan menjualnya ke pasar, sebelum berangkat sekolah. Buah-buah srikaya itu ditanam Nenek, yang kata Ibu, meninggal dunia ketika Ibu berumur sepuluh tahun. Semasa hidup Nenek, mengajarkan pada Ibu agar merawat pohon-pohon srikaya, memetiki buah-buahnya yang ranum, dan menjualnya ke pasar. Dengan menjual buah-buah srikaya, Ibu tak perlu mengutuki Kakek, yang tak pernah memberi uang untuk keperluan sekolah.

Continue Reading...

Cerpen

Tari 9 Bidadari

Ia menetapkan hidupnya sebagai penari. Ia membeli tanah di lereng Gunung Merapi, lahan yang dianggap angker, dengan pohon randu gumbala tua yang dulu pernah ditebar potongan-potongan mayat Ranem, seorang penjaja cinta.

Continue Reading...